Cara Memotret Makanan dengan Ponsel Agar Instagramable

Cara Memotoret Makanan dengan Ponsel Agar Instagrambable

Foto makanan menjadi salah satu konten yang paling sering dibagikan netizen di media sosial. Menurut travel blogger sekaligus selebgram, Putri Anindya (@puanindya), foto makanan bisa tampak lebih menarik dan layak dibagikan di Instagram alias Instagramable, dengan permainan perspektif.

“Kalau food, bisa ambil perspektif. Misalnya makanannya dipegang dari sudut tertentu, atau makanannya difoto ekstrem dari sisi atas,” ia menuturkan, dalam acara “Gadget Story” pada Kamis (15/3/2018) minggu lalu.

“Bisa juga fokus ke objek tertentu. Misalnya lagi foto bakso tapi daun bawangnya difokusin,” ia menambahkan.

Putri Anindya mengatakan perspektif harus terus diasah agar terus menemukan yang baru dan unik. Salah satu caranya dengan memperbanyak preferensi dan eksperimen.

Jenis smartphone yang digunakan dalam membidik foto makanan pun sedikit banyak mempengaruhi hasil. Samsung sadar betul akan hal ini, sehingga menyediakan “Food Mode” pada kamera Galaxy S9 dan S9 Plus.

Travel blogger Putri Anindya (kiri) dan fotografer David Soong saat berbagi tips memotret dengan smartphone di acara Gadget Story Galaxy S9 dan S9 Plus di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Food Mode dibuat khusus di Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus untuk membuat foto makanan terlihat lebih menggiurkan. Untuk mengaksesnya, pengguna cukup membuka aplikasi kamera Galaxy S9 dan S9 Plus.

Lantas, gulir layar ke kiri hingga terpatri opsi “Food”. Bisa pula dengan menggulir antarmuka layar ke bawah dan pilih “Food Mode”.

Warna makanan akan lebih tajam. Pengguna juga bisa mengatur temperatur warna dengan menyentuh pilihan “Palette”. Sesuaikan dengan kontrol slider hingga tercipta temperatur yang pas.

Efek bokeh pun bisa diatur untuk menonjolkan sisi makanan tertentu. Jika sudah apik, pengguna cukup menjepret dengan mengklik tombol bulat putih di layar.

13 Fintech Yang Memiliki Potensi Jadi Unicorn

13 Fintech Yang Memiliki Potensi Jadi Unicorn

Lembaga riset pasar IDC Indonesia memprediksi ada 13 perusahaan teknologi keuangan ( fintech) yang berpotensi semakin besar. Bahkan bila konsisten mereka bisa menjadi calon unicorn.

Senior Research Manager IDC Indonesia, Handojo Triyanto menyebutkan perusahaan-perusahaan tersebut adalah Go-pay, Midtrans, Xendit, Doku, serta T-Cash dari kategori Payment; Modalku, Akseleran, Investree, serta Uangteman dari kategoti Lending; AturDuit dari kategori Marketplace; Finansialku dari kategori Wealth Management; Jojonomic dari kategori Company Solutions; serta Jurnal dari kategori Cloud-based Accounting.

“13 perusahaan ini belum mature, tapi kami lihat berpotensi menjadi mature dan lebih besar berdasarkan assesment pada kategori tertentu,” terang Handojo saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Dia menambahkan, assestment yang dia maksud dilakukan oleh IDC Indonesia pada 2017 lalu dan baru diumumkan sekarang. Adapun kriteria yang diteliti adalah aspek utility, potential customer, business model, usability, competitiveness, serta valuation.